Iklan

Masukkan alamat email anda:

Thank you for Visit my blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 17 Maret 2012

Kisah Perang Hudaibiyah | al Fathun Mubin

Hudaibiyah adalah nama daerah di perbatasan antara tanah haram Makkah dan tanah halal sejauh 22 km dari Makkah. Peperangan ini disebut Perang Hudaibiyah sebab didaerah hudaibiyah tersebut Quraisy menghalangi kaum muslimin untuk melakukan umroh.



Dalam peristiwa Hudaibiyah ini tidak terjadi peperangan, tetapi Alloh menyebutnya sebagai fathan mubiina yaitu kemenangan yang nyata. Demikian itu karena kaum muslimin mendapat keamanan dalam menyebarkan dakwah atas perjanjian damai Hudaibiyah dan menjadi sebab terjadinya Fathu Makkah.
Lihatlah kemenangan yang dicapai oleh sahabat rodhiyallohu ‘anhum dalam dua tahun mengumpulkan 7.000 tentara , di mana pada perang Ahzab hanya berkekuatan 3.000 tentara sedang pada Fathu Makkah berkekuatan 10.000 tentara.
Selama 6 tahun Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam dan para sahabat rodhiyallohu ‘anhum tidak pernah mengunjungi Baitulloh Makkah-kota kelahiran-mereka padahal mereka sangat merindukannya karena selama ini Quraisy tidak membiarkan seorang pun dari sahabat rodhiyallohu ‘anhum yang datang ke Makkah kecuali disiksa, disakiti, dan diusir. Quraisy mengklaim dan berbangga bahwa mereka sebagai pilihan dan kekasih Alloh yang paling berhak untuk mengurusi rumah-Nya (Ka’bah)
Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam melihat dalam mimpi bahwa beliau bersama sahabatnya rodhiyallohu ‘anhum melakukan umroh ke Baitulloh dalam keadaan mencukur atau memotong rambut mereka, maka pada bulan Dzulqo’dah beliau mengumumkan kepada Sahabatnya rodhiyallohu ‘anhum bahwa pada tahun ini beliau akan melakukan umroh.
Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam mewaspadai kejahatan dan penghianatan Quraisy. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh kaum muslimin hingga kabilah-kabilah Arab badui yang tinggal di sekitar Madinah, tetapi mereka tidak memenuhi ajakan beliau karena keimanan mereka masih rendah. Maka beliau berangkat bersama Muhajirin dan Anshor berjumlah 1.400 orang lebih sesuai dengan kesaksian lima orang Sahabat yang ikut serta dalam perang tersebut yaitu : Jabir bin Abdillah, Baro’ bin Azib, Ma’qil bin Yasar, Salamah bin Akwa’, dan Musayyab bin Huzni.
Alloh menerangkan isi hati kaum badui yang tidak segera menyambut panggilan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam dalam firman-Nya:
Orang-orang badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan, “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Alloh jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. al Fath : 11)
Mereka berangkat dengan tujuan umroh, tetapi membawa senjata dan dalam keadaan siap berperang jika seandainya Quraisy memerangi mereka.
Umroh ini adalah umroh pertama kali yang dilakukan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam dan membawa misi paling besar dalam menyebarkan kewibawaan dan kekuatan Islam di segala penjuru, khusus-nya Jazirah Arab-di samping Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam mengajari para sahabatnya rodhiyallohu ‘anhum tata cara manasik umroh dalam Islam dan melenyapkan proganda dusta Quraisy bahwa merekalah kaum yang paling memuliakan dan menjunjung tinggi kehormatan Ka’bah.


PERJALANAN KE MAKKAH

Mereka berangkat dari Madinah hingga tatkala sampai di Dzulhulaifah atau Biir Ali (miqot bagi ahli Madinah) mereka ihrom untuk umroh dan memberi tanda pada hewan korban mereka sebanyak 70 ekor unta. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam mengirim Bisri bin Sufyan al-Khuzai rodhiyallohu ‘anhu  untuk memata-matai musuh dan setelah tiba di Rouha, 73 km dari Madinah, beliau mengirim rombongan dipimpin  oleh Abu Qotadah al-Anshori rodhiyallohu ‘anhu (beliau tidak melakukan ihrom) bersama beberapa sahabat rodhiyallohu ‘anhum menuju ke pantai laut merah karena ada berita bahwa di sana ada sekelompok musuh yang akan menyerang kaum muslimin.
Di tengah jalan Abu Qotadah rodhiyallohu ‘anhu berburu dan menangkap seekor keledai liar dan menghidangkannya kepada sahabatnya yang ihrom lalu mereka bertanya kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam tentang hukumnya dan beliau mengatakan, “Boleh memakan dagingnya selagi kalian tidak membantunya dalam berburu.” (HR. al Bukhori : 1821)
Pasukan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam terus berjalan hingga tiba di Usfan, sejauh 80 km dari Makkah, dan Bisri rodhiyallohu ‘anhu datang membawa berita bahwa Quraisy telah mengetahui kedatangan kaum muslimin dan mereka telah menyiapkan tentara untuk menghadang sedang Kholid bin Walid keluar memimpin pasukan kuda Quraisy sejauh 64 km dari Makkah. Mengetahui hal ini, Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bermusyawarah dengan para sahabat rodhiyallohu ‘anhum agar menyerang sekutu-sekutu Quraisy supaya tidak membantu Quraisy. Akan tetapi, Abu Bakr rodhiyallohu ‘anhu mengisyaratkan agar terus ke Makkah sesuai dengan tujuan semula yaitu untuk umroh dan siapa saja yang menghalangi maka kita perangi. Lalu Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk terus berjalan. Inilah kebiasaan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam, yakni sering bermusyawarah dengan para sahabatnya rodhiyallohu ‘anhum dan beliau beliau diterima atau ditolak pendapatnya selagi bukan wahyu dari Alloh.


MUSYRIKIN MENGHADANG

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam memutar haluan menempuh jalan lain untuk menghindari hadangan musuh serta mengubah posisi pasukannya agar tidak berjibaku dengan pasukan kuda musyrikin dan di sana beliau sholat khouf (solat dalam keadaan takut dengan cara sebagian sholat bersama imam dan sebagian menjaga dan mengawasi musuh lalu bergantian sehingga masing-masing sholat satu roka’at bersama imam). Tatkala beliau lewat di Saniyah Muror (lembah menuju Hudaibiyah) Rosulullohsholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang menaiki bukit Saniyah Muror akan diampuni dosanya sebagaimana Bani Israil yang diampuni.” (HR. Musilm : 2780)
Demikian itu jarena Bani Israil yang masuk Baitul Maqdis dalam keadaan sujud diampuni oleh Alloh sebagaimana sahabat yang ikut dalam perang Hudaibiyah ini.
Hingga ketika mereka tiba di Hudaibiyah unta Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam berhenti. Maka sahabat berkata, “Unta mogok.” Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Tidak, justru ia ditahan oleh Alloh yang dahulu menahan gajah pasukan Abrahah. Demi Alloh, seandainya Quraisy memohon perdamaian kepadaku demi menjaga kehormatan Tanah Haram pasti akan kupenuhi.” Di sana para sahabat rodhiyallohu ‘anhum mengeluh kekurangan air, maka Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam menyemburkan air ke dalam sumur hingga air melimpah dan mereka tidak kekurangan air. (HR. al-Bukhori : 2731)


DIPLOMASI

Di satu sisi, Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam hanya bertujuan menunaikan umroh dan tidak menghendaki peperangan. Beliau sangat berharap jika Quraisy masuk Islam tanpa perang, bahkan beliau menyesali kondisi Quraisy yang telah banyak terbunuh di medan perang. Sementara itu di sisi lain, Quraisy mengakui bahwa kekuatan kaum muslimin saat ini harus diperhitungkan, apalagi setelah kekalahan di perang di Perang Ahzab. Karena itu, urusan diplomasi dilakukan silih berganti oleh kedua belah pihak dalam rangka menuju perdamaian.
Quraisy mengutus  wakil mereka Budail bin Warqo’ menemui Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam maka beliau menjelaskan bahwa mereka datang hanya untuk tujuan umroh bukan perang. Budail kembali menyampaikan hal ini kepada Quraisy, tetapi merejka menolak dengan alasan rasa malu kepada bangsa Arab jika Muhammad masuk Makkah dengan jalan damai. Ini merupakan kemenangan besar bagi kaum muslimin terhadap musuh yang selama ini tidak mengenal perdamaian; sekaligus kehinaan bagi Quraisy sebab jika kaum muslimin dapat masuk ke Makkah dengan aman maka runtuhlah kewibawaan mereka di mata Arab dan bila kaum muslimin dihalangi maka bangsa Arab akan menghina mereka karena menghalangi mereka dari rumah Alloh.
Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam mengutus Khorosy rodhiyallohu ‘anhu tetapi hampir saja dibunuh oleh Quraisy jika tidak dilindungi oleh kaum Ahbasy. Kemudian beliau hendak mengirim Umar rodhiyallohu ‘anhu , tetapi karena alasan keamanan, beliau mengutus Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu sebab beliau dari Bani Umayyah yang memiliki pelindung di Makkah. Beliau menjelaskan kepada merka maksud dan tujuan Rosulullo sholallohu ‘alaihi wasallam ke Makkah. Lalu mereka menahannya di Makkah hingga tersebar berita bahwa Utsman rodhiyallohu ‘anhu telah di bunuh oleh Quraisy.


BAI’AT RIDHWAN

Kaum Quraisy menahan utusan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu di Makkah untuk kemaslahatan mereka. Akan tetapi, tersebar dan sampai berita kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bahwa Quraisy telah membunuh Utsman rodhiyallohu ‘anhu .  Padahal, seorang  utusan harus diberi jaminan keamanan dan tidak boleh diganggu hingga menyampaikan keperluannya dan bahwasnnya membunuh seorang utusan berarti pengkhianatan dan pernyataan perang. Maka beliau mengajak para sahabat rodhiyallohu ‘anhum untuk bai’at setia memerangi Quraisy hingga akhir hayat dan beliau sholallohu ‘alaihi wasallam mewakili bai’at Utsman dengan tangan beliau yang mulia. Setelah bai’at ini terjadi Utsman rodhiyallohu ‘anhu datang, tetapi tangan Rosululloh dalam mewakili bai’atnya lebih baik dari tangannya sendiri.
Banyak keutamaan bai’at ini terutama menggetarkan Iblis dan bala tentaranya karena tekad bulat dari para sahabat rodhiyallohu ‘anhum untuk menumpas habis Quraisy. Apalagi keberanian mereka telah banyak terbukti seperti pada perang Badar, Uhud, Ahzab--padahal mereka berperang tanpa bai’at untuk mati; lalu bagaimana kiranya andaikan mereka berperang atas dasar bai’at untuk mati syahid ?!
Mengetahui kegigihan para sahabat rodhiyallohu ‘anhum untuk berperang maka Quraisy diliputi rasa takut yang mendalam sehingga mereka mengirim beberapa utusan untuk berunding bersama Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam.


IBROH
1.       Jika musuh menawarkan perdamaian maka itu menunjukkan kelemahannya, sedangkan kaum muslimin yang menerima perdamaian menunjukkan siasat dan rahmatnya kepada umat manusia sebab seandainya mereka bersikeras pasti tidak akan luput dari dua kebaikan yang mulia bagi mereka yaitu menang atau mati syahid.
2.       Rosululloh saw sangat menghendaki keislaman Quraisy sebab sabda beliau, “Yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang paling baik di masa Islam jika mereka faqih,” sedangkan bangsa Arab adalah sebaik-baik bangsa dan Quraisy adalah sebaik-baik bangsa Arab karena kedudukan, kefasihan , kecerdasan, dan pengalaman mereka – dan sejarah menunjukka hal ini.
3.       Keberanian para sahabat ra yang tidak mengenal damai apalagi mengalah terhadap musuh dan kesempurnaan iman serta keyakinan mereka terhadap janji Alloh dan pertolongan-Nya.
4.       Dengan bai’at ini dan dalil lainnya para Sahabat ra mendapat keistimewaan ridhwanulloh (Alloh meridhoi mereka) yang khusus untuk mereka yang tidak dicapai oleh selain mereka. Dan keutamaan bai’at ini sebagaimana sabda Rosululloh saw:
“Tidak akan masuk neraka seorang pun yang ikut dalam bai’at ini di bawah pohon (Bai’at Ridhwan).” (Shohih at-Tirmidzi : 3866)
5.       Jika para Sahabat ra telah diridhoi oleh Alloh dan mereka ridho kepada-Nya maka kewajiban kita adalah meridhoi yang diridhoi oleh Alloh. Karena itu, kita meridhoi para Sahabat ra dan mendo’akan ridho setiap kali kita menyebut salah seorang dari mereka; berbeda dengan Syi’ah yang memusuhi orang-orang yang diridhoi oleh Alloh. Ini tidak mengherankan sebab agama mereka dibangun di atas dendam dan kedengkian terhadap para sahabat ra yang meruntuhkan kerajaan adidaya Romawi dan Persia**nenek moyang Syi’ah Rofidhoh.



Rabu, 07 Maret 2012

Road Rash for Pc | full version


Road Rash, ya bisa kita artikan sebagai ugal-ugalan.  Dalam Game third person racing semi 3D ini kita akan  melakukan balapan sepeda motor tanpa harus memperhatikan norma-norma berkendaraan maupun berlalu lintas, kita diperbolehkan memukul, menabrak maupun  menendang lawan-lawan kita yang juga ikut dalam balapan liar tersebut. Bahkan di game ini juga akan ada banyak orang sedang menyeberang jalan yang bisa kita tabrak sesuka hati, tapi awas jangan bertindak terlalu kriminal nanti bisa-bisa kita sendiri yang dikejar-kejar polisi dan di masukkin ke penjara. Dan yang lebih seru lagi dalam Road Rash ini tidak disediakan fitur mati, jadi tidak usah takut memacu kendaraan anda secepat mungkin dan menabrak mobil-mobil yang sering kali mengganggu kita. Di jamin tiak akan mati, maksimal juga paling anda terpental sekitar 100 meter kedepan dan pemain yang jatuh tadi akan dengan segar bugar bangkit lalu berjalan dengan gagahnya mengambil motor kesayangannya yang juga sama sekali tidak lecet setelah mengalami kecelakaan dahsyat tadi. Silahkan download game Road Rash ini dengan mengklik link dibawah, sangat menantang seru, tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah.. ini screenshoot nya:
Screenshoot lainnya



Tapi ingat pesan saya jangan kebanyakkan main game nanti anda jadi lupa solat dan jangan lupa nafas.



Road Rash[by i-khoirudin.blogspot.com].rar

Minggu, 04 Maret 2012

Typer Shark Deluxe | game edukasi untuk belajar mengetik sepuluh jari

Game ini sangat cocok bagi anda yang sedang belajar mengetik cepat. Nanti kita jadi termotivasi untuk mengetik lebih cepat , karena kalu tidak... Wah bisa-bisa kita sendiri yang jadi santapan hiu-hiu ganas di dasar laut. Di game ini juga ada menu "TYPING TUTOR" untuk anda yang ingin latihan mengetik terlebih dahulu sebelum terjun kedasr laut untuk berhadapan dengan hiu-hiu ganas yang semakin banyak level kita lewati  semakin ganas saja tingkahnya.
Ehm...ngomongin soal game kok rasanya jadi ingin membeberkan sesuatu yang pada dasarnya sangat tidak baik untuk anda? tebak..Apa hayo? benar sekali cheat . Tapi saya sarankan jangan deh ini kan game untuk belajar, masa masih mau main curang kalau begitu sih itu namanya kurang ajar (kaya saya sendiri). Tapi, apa boleh buat mungkin bagi yang sudah jalan buntu, atau mungkin yang penasaran dan ingin coba-coba silahkan download cheat engine disini.
Nanti di software cheat engine tersebut anda bisa memilih enable speed hack. Anda bisa melambatkan kecepatan gerak hiu-hiu tersebut sampai lebih dari 100x lebih lambat atau mungkin bagi yang sudah master ketik ada yang berfikir, "Ah hiu nya jalannya lambat banget , emang belum pada makan apa. Kalau begini sih gampang" anda juga bisa membuat kecepatannya lebih dari 100x lebih cepat. Tapi saya rekomendasikan agar anda tidak menggunakan cara-cara diatas.
Wah maaf, sampai lupa jadi ngomongin cheat. game nya mana? Ini untuk game nya  bisa anda download melalui  link mediafire disini.
Memory sekitar 8.0 Mb.
Please left a comment!

Kisah Nabi Ibrohim 'alaihi ssalaam Al-Kholil dan Nabi Ismail


Nabi Ibrohim ‘alaihi ssalaam  masih keturunan dari Sam bin Nuh ‘alaihi ssalaam . Ayah Ibrohim bernama Azar. Ibrohim ‘alaihi ssalaam  punya saudara bernama Nahur dan Haran. Dari Haran, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  mempunyai keponakan yang bernama Luth ‘alaihi ssalaam .
Ibrohim ‘alaihi ssalaam  menikahi wanita yang sangat cantik bernama Saroh. Saroh adalah wanita kedua dibumi yang kecantikannya tiada tandingannya setelah Hawa.
Azar hijrah ke Huran bersama Ibrohim ‘alaihi ssalaam , Saroh dan Luth ‘alaihi ssalaam . Penduduk Huran pada masa itu menyembah tujuh bintang berhala.
Alloh subhaanahu wata’aala memilih Ibrohim untuk membawa risalah tauhid.
“Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrohim hidayah sebelum (Musa dan Harun) dan Kami mengetahui keadaannya” (Qs. al Anbiyaa : 51)
Ketika mendapati kaumnya begitu teggelam dalam beribadah kepada matahari, bulan, dan bintang-bintang, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  mencoba mendakwahi mereka dengan membuat argumentasi. Ketika malam telah gelap dan Ibrohim ‘alaihi ssalaam  melihat bintang berbinar, berkatalah Ibrohim, “Inilah tuhanku”
Tapi, setelah bintang itu tenggelam, berkata ibrohim ‘alaihi ssalaam , Aku tidak suka kepada yang tenggelam”. Kemudian Ibrohim ‘alaihi ssalaam  melihat bulan, ia pun berkata, “inilah tuhanku”, namun bulan itu juga tenggelam sehingga Ibrohim ‘alaihi ssalaam  berkata, “Sesungguhnya jika tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku pastilah aku termasuk orang yang sesat”
Manakala melihat matahari, Ibrohim berkata, “Inilah tuhanku, ini yang lebih besar” Tapi matahari itu juga tenggelam.
“Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan”
Dari dialognya, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  telah membuktikan kepada kaumnya bila apa yang mereka sembah berupa bintang, bulan dan matahari adalah benda yang tidak abadi. Mana mungkin benda-benda seperti itu dijadikan Tuhan sesembahan sementara benda-benda itu bisa sirna tenggelam ditelan hari. Namun, kaumnya tetap pada kebodohan mereka. Sedikitpun mereka tidak terpengaruh dengan nasihat Ibrohim ‘alaihi ssalaam  yang benar.
Suatu hari, kaumnya memperingati hari raya agama mereka yang menyembah patung-patung. Ibrohim ‘alaihi ssalaam  mengatakan bahwa dia sedang sakit sehingga tidak bisa ikut berpesta dilapangan. Pada saat kaumnya berbondong-bondong menuju lapangan, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  menuju ke rumah berhala. Dirumah berhala itu terdapa banyak patung dan sesajian beraneka makanan.
“Apakah kalian tidak makan?” ujar Ibrohim ‘alaihi ssalaam  kepada patung-patung.
“Mengapa kalian tidak menjawab?” tanya Ibrohim ‘alaihi ssalaam  lagi. Tapi tentu saja Ibrohim ‘alaihi ssalaam  hanya menghina patung-patung yang disembah itu karena patung memang tidak bisa bicara dan tidak bisa makan. Patung hanyalah buatan manusia yang kemudian mereka sembah sendiri karena kebodohan.
Setelah mendapati patung-patung itu diam membisu, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  memukul semua berhala itu dan hanya menyisakan satu patung yang terbesar. Selesai dengan rencananya, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  pun kembali ke rumah.
Kaumnya selesai dari acara hari raya. Mereka menuju ke rumah ibadah. Alangkah terkejutnya mereka saat mendapati rumah berhala mereka dalam keadaan berantakan. Merka sangat marah ketika melihat semua patung-patung telah hancur. Mereka mulai berkesimpulan Ibrohim lah sebagai pelakunya. Segera mereka memanggil Ibrohim ‘alaihi ssalaam .
“Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap Tuhan-Tuhan kami hai Ibrohim ‘alaihi ssalaam ?” tanya kaumnya.
“Patung yang terbesar itulah pelakunya, tanyalah padanya jika ia memang bisa bicara” jawab Ibrohim ‘alaihi ssalaam .
Mendengar jawaban Ibrohim ‘alaihi ssalaam , kaumnya tersentak menyadari sindiran itu.
“Sungguh kamu tahu Ibrohim bila berhala ini tidak bisa bicara”
“Lalu mengapa kalian menyembahnya selain Alloh padahal ia tidak bisa memberi manfaat sedikitpun dan juga tidak bisa memberi mudhorot kepadamu?”
Kaum Ibrohim ‘alaihi ssalaam  menjadi marah. Mereka tidak bisa membantah Ibrohim ‘alaihi ssalaam  sehingga mereka pun menggunakan kemarahan untuk menutupi kekalahan mereka.

Segera, mereka memutuskan untuk membakar Ibrohim ‘alaihi ssalaam . Kayu bakar pun dikumpulkan dalam jumlah yang banyak sehingga menjadi api yang sangat besar. Kemudian mereka melempar Ibrohim ‘alaihi ssalaam  kekobaran api yang menyala-nyala itu. Pada saat itu lah Alloh menunjukkan kekuasannya. Alloh subhaanahu wata’aala berfirman kepada api,
“Hai api, dinginlah. Dan menjadi keselamatan lah bagi Ibrohim ‘alaihi ssalaam ” (Qs. Anbiya : 69)
Seketika Api menjadi dingin. Ibrohim pun selamat tanpa tersentuh sedikitpun oleh api.
Kaum Ibrohim ‘alaihi ssalaam  menyaksikan mukjizat itu. Mereka sangat takjub. Namun, kesombongan mereka menjadikan mereka tetap tidak mau beriman kepada Alloh subhaanahu wata’aala.


Ibrohim Dan Raja Namrudz

Namrudz adalah Raja Babilonia yang kejam dan kafir. Ketika Ibrohim ‘alaihi ssalaam  mendakwahinya agar beribadah kepada Alloh subhaanahu wata’aala, Namrudz malah menolaknya dan dengan sombong Namrudz mengaku sebagai Tuhan.
Berkata ibrohim ‘alaihi ssalaam , “Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan”
Raja Namrudz berkata, “Aku pun bisa menghidupkan dan mematikan”
Lalu Raja Namrudz memanggil dua orang laki-laki. Yang satu dibunuhnya dan satu lagi dibiarkan hidup.
Perbuatan ini dilakukan Namrudz untuk menunjukkan bila dirinya adalah tuhan yang bisa menentukan hidup dan mati.
Berkata lagi Ibrohim ‘alaihi ssalaam , “Sesungguhnya Alloh subhaanahu wata’aala bisa menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat”
Raja Namrudz terdiam. Ia tidak bisa menjawab apa-apa atas tantangan Ibrohim ‘alaihi ssalaam . Lalu Alloh subhaanahu wata’aala mengutus malaikat kepada Namrudz. Malaikat mendatangi Namrudz sebanyak tiga kali menyeru Namrudz agar mau masuk Islam, tapi raja yang sombong itu tetap saja tidak mau beriman. Akhirnya malaikat menantang Namrudz. Namrudz mengumpulkan semua tentaranya. Alloh pun mengirim tentara nyamuk dalam jumlah yang sangat banyak. Nyamuk-nyamuk itu menyerang tentara Namrudz dan memakan daging dan darah mereka sehingga tentara Namrudz mati. Lalu seekor nyamuk masuk kehidung Namrudz. Nyamuk itu menyerang dan menyakiti Namrudz. Raja Namrudz benar-benar tersiksa karena nyamuk itu. Kerap kali Namrudz memukul kepalanya dengan besi karena kesakitan akibat gigitan nyamuk. Akhirnya Namrudz pun mati dalam keadaan hina dan tersiksa.


Saroh Dan Raja Mesir

Ibrohim ‘alaihi ssalaam  dan Isterinya Saroh hijrah ke Mesir. Kedatangan mereka diketahui pihak kerajaan. Mereka menceritakan tentang kecantikan Saroh kepada sang raja sehingga Raja Mesir sangat tertarik kepada Saroh. Raja pun mengutus pengawal untuk menanyakan status Saroh kepada Ibrohim ‘alaihi ssalaam . Ibrohim ‘alaihi ssalaam  mengatakan bila Saroh adalah saudaranya. Setelah itu Raja memerintahkan agar Saroh dibawa menghadapnya.
Ibrohim ‘alaihi ssalaam  berkata kepada Saroh sebelum ia dibawa para pengawal, “Utusan kerajaan bertanya tentang engkau, maka kukatakan bila engkau adalah saudaraku karena hanya kita berdua yang muslim. Engkau adalah saudaraku dalam Islam, maka jangan kau dustakan ini didepan Raja”
Saroh pun berangkat ke istana. Setibanya di istana, raja benar-benar terspesona melihat kecantikan Saroh. Raja menempatkan Saroh di kamar yang megah. Kemudian Raja mendatangi Saroh di kamar bermaksud untuk menodai kehormatannya. Saroh pun berwudhu dan berdoa agar Alloh subhaanahu wata’aala menjaga kesuuciannya. Manakala sang Raja bermaksud menyentuh Saroh, seketika itu juga tubuh Sang Raja gemetaran lalu jatuh tersungkur. Raja itu mengulangi lagi niatnya. Maka Alloh menjadikan tubuh sang raja itu kembali gemetaran dan jatuh tersungkur. Demikian keadaan itu menimpa Sang Raja sampai tiga kali sehingga Raja menjadi ketakutan sendiri. Raja pun meninggalkan Saroh dan memerintahkan agar pengawalnya mengembalikan Saroh kepada Ibrohim ‘alaihi ssalaam . Dengan penjagaan Alloh subhaanahu wata’aala, Saroh pun kembali ke sisi suaminya dalam kondisi suci seperti saat keberangkatannya ke istana. Kepada Saroh, sang Raja menghadiahkan seorang budaknya yang bernama Hajar. Setibanya Saroh, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  pun memutuskan untuk segera meninggalkan mesir. Berangkatlah mereka bersama Hajar.


Kelahiran Nabi Ismail

Saroh menghadiahkan Hajar kepada Ibrohim ‘alaihi ssalaam . Ibrohim ‘alaihi ssalaam  pun menerima Hajar dan menikahinya. Dengan izin Alloh, Hajar hamil. Ibrohim sangat bahagia sekali karena dia sudah tua dan belum juga mempunyai anak. Sebaliknya, Saroh menjadi sangat cemburu. Saroh sudah lama menikah dengan Ibrohim ‘alaihi ssalaam  tapi ia belum juga hamil. Saroh bersumpah meminta Ibrohim tidak membiarkan Hajar serumah dengannya.
Alloh mewahyukan kepada Ibrohim ‘alaihi ssalaam  agar membawa Hajar pergi. Saat itu, Hajar telah melahirkan anak laki-laki yang mereka namai Ismail. Berangkatlah Hajar dengan menggendong Ismail menuruti langkah suaminya yang membawanya pergi ke Makkah.
Sesampainya ditempat yang dituju, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  meninggalkan keduanya. Tentu saja Hajar sangat takut karena dia ditinggal di padang pasir yang gersang tanpa ada manusia seorangpun yang tinggal di sana.
“Wahai Ibrohim, ke mana engkau hendak pergi? Apakah engkau akan meninggalkan kami?” Tanya Hajar seraya memegang ujung jubah Ibrohim. Ibrohim hanya diam.
“Apakah ini perintah Alloh?” tanya Hajar lagi.
“ya” barulah Ibrohim ‘alaihi ssalaam  bersuara.
“Kalau begitu, Alloh tidak akan menyia-nyiakan kami” ujar hajar dengan keimanannya.
Ibrohim ‘alaihi ssalaam  pun pergi. Hajar hanya bisa memandangi kepergian suaminya sambil mendekap Ismail ‘alaihi ssalaam  dengan kasih sayang.
Setelah Ibrohim ‘alaihi ssalaam  lenyap dari pandangannya, Hajar menyusui Ismail. Ia pun makan dan minum bekalnya sampai lama-kelamaan habis. Setelah bekal mereka habis, Hajar dan Ismail ‘alaihi ssalaam  mulai kehausan. Hajar berusaha mencari air. Diletakkannya Ismail ‘alaihi ssalaam , lalu ia mulai mendaki bukit Shofa untuk melihat-lihat ada orang yang bisa menolongnya. Namun, tidak ada siapapun yang dilihatnya. Hajar kembali mendaki bukit Marwah. Tetap saja tidak ada orang yang dilihatnya. Terus, Hajar berulang-ulang berlari mendaki bukit Shofa dan Marwah. Sembari mendaki, matanya menoleh kearah Ismail ‘alaihi ssalaam  yang tergolek sendirian. Hajar mendaki antara Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali, itulah sebabnya manusia sampai sekarang melakukan ibadah Sa’i antara kedua bukit tersebut.
Ketika Hajar berada di atas bukit Marwah, ia mendengar suara yang memerintahkannya untuk diam. Ternyata, Hajar mendapati malaikat yang berada disuatu tempat yang nanti dinamai mata air Zam-zam. Malaikat itu mengais-ngais tanah. Lalu muncullah air yang terus mengalir. Tentu saja Hajar sangat bahagia.Hajar memuji Alloh subhaanahu wata’aala dan sangat bersyukur atas nikmat yang diberikan kepadanya itu. Dengan bergegas ia meminum airnya dan menyusui Ismail ‘alaihi ssalaam .
Beberapa tahun berlalu. Dengan tabah dan sabar, Hajar tinggal di padang pasir yang tandus bersama Ismail ‘alaihi ssalaam  yang mulai tumbuh dewasa. Kemudian Alloh mengutus kabilah Arab Jurhum. Ketika melihat Hajar, mereka memutuskan untuk tinggal didekat Hajar. Hajar pun dengan senang mengizinkan mereka. Akhirnya, Hajar mempunyai tetangga yang menemani mereka.
Ismail ‘alaihi ssalaam  semakin hari tumbuh sebagai pemuda yang tampan dan gagah. Keluarga Arab Jurhum sangat menyukai Ismail ‘alaihi ssalaam . Akhirnya mereka meminta agar Hajar menikahkan Ismail ‘alaihi ssalaam  dengan putri mereka. Hajar menganggap itu usul yang baik. Menikahlah Ismail ‘alaihi ssalaam . Tak lama kemudian , Hajar tertimpa sakit. Lalu Hajar pun meninggal.
Suatu hari, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  mengunjungi Ismail ‘alaihi ssalaam . Namun, Ismail ‘alaihi ssalaam  sedang berburu. Di rumahnya Ibrohim hanya bertemu dengan menantunya.
“Bagaimana kehidupan kalian?” tanya Ibrohim ‘alaihi ssalaam
“Kondisi kami sangat sulit dan memprihatinkan” keluh istri Ismail ‘alaihi ssalaam .
“Kalau suamimu pulang, salamku kepadanya dan katakan agar ia mengganti palang pintu rumahnya” pesan Ibrohim ‘alaihi ssalaam  lalu ia pun pergi.
Sepulangnya Ismail ‘alaihi ssalaam , ia merasakan sesuatu. “Apakah ada yang datang?”
“Ya” jawab istri Ismail ‘alaihi ssalaam  lalu menceritakan perihal Ibrohim ‘alaihi ssalaam .
“Itu adalah ayahku dan ia memerintahkanku agar menceraikanmu”
Ismail ‘alaihi ssalaam  langsung melaksanakan perintah ayahnya karena ayahnya adalah nabi yang ucapannya tidaklah diikuti oleh hawa nafsu. Setelah itu , Ismail menikahi wanita lain. Selang beberapa waktu kemudian, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  datang lagi.
“Suamiku sedang berburu” ujar istri Ismail ‘alaihi ssalaam  yang baru saat Ibrohim ‘alaihi ssalaam  bertanya tentang Ismail ‘alaihi ssalaam .
“Bagaimana kehidupan kalian?” tanya Ibrohim ‘alaihi ssalaam
Istri Ismail ‘alaihi ssalaam  yang baru adalah wanita yang sholihah. Ia pun memuji Alloh ‘alaihi ssalaam  dan mensyukuri kebaikan suaminya.
“Kalau suamimu pulang sampaikan salamku dan katakan agar ia menguatkan palang pintunya” pesan Ibrohim ‘alaihi ssalaam  sebelum ia beranjak pergi.
Ketika Ismail ‘alaihi ssalaam  pulang, ia bertanya, “Apakah ada yang datang?”
“Ya” jawab istrinya lalu bercerita perihal Ibrohim ‘alaihi ssalaam .
“Itu adalah ayahku, ia memerintahkanku agar mempertahnkanmu sebagai istriku” jelas Ismail ‘alaihi ssalaam .
Ibrohim ‘alaihi ssalaam  datang untuk yang ketiga kalinya. Akhirnya Alloh mempertemukan mereka. Ismail ‘alaihi ssalaam  menyambuat ayahnya dengan sukacita.
“Wahai Ismail, Alloh memerintahkanku agar membangun rumah Ibadah untuk manusia di sini”
“Saya akan membantumu, ayah”
Maka mulailah mereka membuat pondasi baitulloh ka’bah.


Kisah Penyembelihan Ismail  ‘alaihi ssalaam

Semakin lama, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  semakin mencintai dan menyayangi Ismail ‘alaihi ssalaam . Alloh pun menguji Ibrohim ‘alaihi ssalaam  melalui mimpi yang terjadi setiap malam selama tiga hari berturut-turut. Ibrohim ‘alaihi ssalaam  menceritakan mimpinya itu kepada anak tercintanya itu.
“Sungguh aku melihat dalam mimpiku bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu…” ujar Ibrohim ‘alaihi ssalaam .
“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAlloh engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar” jawab Ismaill ‘alaihi ssalaam .
Ibrohim ‘alaihi ssalaam  lalu membaringkan Ismail ‘alaihi ssalaam  dengan menelungkupkan wajahnya agar saat menyembelih dia tidak melihat wajah anaknya. Bagaimanapun Ismail ‘alaihi ssalaam  adalah anaknya yang sangat dicintai dan disayanginya. Namun, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  tunduk dan patuh pada perintah Alloh karena mimpi seorang nabi adalah wahyu. Saat hendak menyembelih, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  membaca basmallah dan bertakbir. Ismail ‘alaihi ssalaam  mengucapkan syahadat. Keduanya telah siap melaksanakan apa yang diwahyukan Alloh dengan sangat sabar. Pada saat yang mencekam itulah, Alloh berfirman…
“Wahai Ibrohim, sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh ini adalah benar-benar ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu (Ismail) dengan sesembelihan yang besar” (Qs. ‘alaihi ssalaam h Shaffat : 102-107)
Alloh meebus Ismail ‘alaihi ssalaam  dengan seekor domba putih bertanduk. Ibrohim ‘alaihi ssalaam  diperintah membebaskan Ismail ‘alaihi ssalaam  dan menyembelih domba tersebut. Tentu saja Ibrohim ‘alaihi ssalaam  dan Ismail ‘alaihi ssalaam  sangat bersyukur. Demikianlah Alloh menguji keimanan hambanya. Sesungguhnya Ibrohim ‘alaihi ssalaam  dan Ismail ‘alaihi ssalaam  memang hamba-hamba Alloh yang sabar dan taat pada Robb-Nya!


Kehamilan Saroh

Suatu hari, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  kedatangan tamu. Setelah menyambut mereka, Ibrohim ‘alaihi ssalaam  menemui istrinya lalu kembali lagi menemui sang tamu dengan membawa daging anak sapi yang sudah matang.
“Silahkan makan,” ujar Ibrohim ‘alaihi ssalaam . Namun, tamu-tamunya itu tidak sedikitpun menyentuh hidangnnya. Hati Ibrohim ‘alaihi ssalaam  mulai disusupi rasa takut.
“Jangan takut, sesungguhnya kami adalah malaikat yang diutus kepada kaum Luth” ujar malikat. Barulah Ibrohim ‘alaihi ssalaam  mengetahui perihal tamunya. Hatinya menjadi lapang. Pada saat itulah malaikat menyampaikan berita gembira bahwa Saroh akan hamil dan melahirkan anak yang bernama Ishaq ‘alaihi ssalaam , kelak dari Ishaq akan lahir Ya’qub ‘alaihi ssalaam  dan anak keturunannya. Mendengar berita gembira , Saroh yang berada dibalik tirai menjadi terkejut.
“Sangat mengherankan, apakah aku akan melahirkan padahal aku seorang permpuan yang sudah tua dan suamiku pun juga sudah tua? Sungguh ini benar-benar mustahil…” seru Saroh tak percaya.
“Apakah kamu heran dengan ketetapan Alloh? Itu adalah rahmat dan berkah Alloh atasmu hai Ahlulbait. Sesungguhnya Alloh Maha Terpuji dan Maha Pemurah” (Qs. Hud : 72)
Begitulah Alloh subhaanahu wata’aala membalas kesabaran dan ketaatan para hambaNya. Taklama, Saroh pun mulai hamil. Saroh dan Ibrohim ‘alaihi ssalaam  menjadi sangat bahagia. Terlebih saat lahirlah bayi laki-laki yang sehat dan mereka namai Ishaq ‘alaihi ssalaam .


Kematian Ibrohim

Saroh hidup bersama Ibrohim ‘alaihi ssalaam  selama berpuluh-puluh tahun dalam rentang usia yang sangat tua. Pada saat usia Saroh 129 tahun, ia pun meninggal. Ibrohim ‘alaihi ssalaam  sangat berduka karena ia sangat mencintai istrinya itu. Ibrohim ‘alaihi ssalaam  hidup sampai berumur 200 tahun. Kemudian ia pun meninggal. Ismail ‘alaihi ssalaam  dan Ishaq ‘alaihi ssalaam  menguburkan mayat ayah mereka disisi kuburan Saroh.





>>sumber referensi / rujukan<<


Terjemahan : 

Alqur'anul Karim
Tafsir Ibnu Katsir
Kisah para nabi & Rosul Ibnu Katsir
Tafsir As-sa'di
Tahdzib Siroh Nabawiyah Ibnu Hisyam
Raudhah Al Anwar fi siroh An Nabiy Al Mukhtar
Ar-Rohiqul Makhtum Syafiyurrohman
Nisaa' Haular Rosul
Shohih As Siroh An Nabawiyah
Hakikat Syahadat Rosululloh

Jumat, 02 Maret 2012

Translate bahasa sunda online

Berkas:Linguistic map West Java.pngya, seperti halnya di google translate kita hanya tinggal mrngetikkan kata, kalimat, atau paragraf untuk selanjutnya akan diterjemahkan secara otomatis. Perbedaannya di google translate tidak ada pilihan bahasa sunda. Tapi, ya namanya ciptaan manusia tidak ada yang sempurna, sedikit/banyak pasti akan ada kekurangannya, yang maha sempurna hanyalah milik Alloh Jalla Wa'ala semata. Disini yang ada hanyalah translator Indonesia-Sunda jadi mohon maaf apabila tidak ada translator untuk Sunda-Indonesia.










komentar ya''! aku minta like satu ya, masa cuma satu klik saja gak mau (biasalah manusia banyak permintaan dan selalu tidak bersyukur)

Jumat, 24 Februari 2012

Plus Minus Facebook


Definisi Facebook dan Sejarahnya

Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc. Pada Januari 2011, Facebook memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif. Pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya. Nama layanan ini berasal darinama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh administrasi universitas di AS dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputer Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes.]Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun.
Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan menurut pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, diikuti olehMySpace.[8] Entertainment Weekly menempatkannya di daftar "terbaik" akhir dasawarsa dengan komentar, "Bagaimana cara kita menguntit bekas kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan memainkan permainan Scrabulous sebelum Facebook diciptakan?" Quantcast memperkirakan Facebook memiliki 135,1 juta pengunjung bulanan di AS pada Oktober 2010.[] Menurut Social Media Today pada April 2010, diperkirakan bahwa 41,6% penduduk Amerika Serikat memiliki akun Facebook. Sumber: id.wikipedia.org


Plus Minus Facebook

Facebook ini ibarat seperti sebuah pisau, bisa bermanfaat bila digunakan  untuk hal-hal yang bermanfaat tetapi juga bisa membawa bahaya. Facebook bisa digunakan sebagai wadah silaturrahmi di dunia maya, berdakwah, menimba ilmu, dan sebagainya. Namun, sebaliknya Facebook juga bisa digunakan sebagai ajang maksiat. Berikut penjelasannya yang lebih terperinci:

1. Manfaat Facebook
a.       Sebagai sarana dakwah                                                                                                                                                         Facebook bisa digunakan sebagai sarana dakwah yang bagus ditengah keringnya ilmu dan informasi tentang Islam  yang benar, sehingga betapa banyak orang mendapat    hidayah disebabkan membaca artikel di Facebook atau diskusi di Facebook.
b.     Wadah silaturrahmi                                                                                                                                                               Facebook bisa digunakan sebagai wadah untuk menyambung silaturrahmi antara sesama teman, orang tua, kerabat, murid, atau  guru dan  ajang untuk mencari kawan lebih banyak lagi yang itu hukum asal-nya  boleh-boleh saja   .
c.       Menyimpan file/tulisan                                                                                                                                                        Tulisan yang disimpan di komputer  bukan tidak mungkin  akan hilang saat komputer terkena virus. Akan tetapi, jika disimpan di Facebook  , maka file tersebut tetap akan selamat selama account masih aktif.

 2. Keburukan Facebook
a.       Kecanduan                                                                                                                                                                                                     Banyak dari pengguna Facebook merasa asyik berbalas chatting, sehingga mereka menjadi lupa pada waktu, tugas kewajibannya, bahkan ada yang sampai dibuat lalai dari aturan agama gara-gara kecanduan facebook.
b.      Wadah maksiat                                                                                                                                                                      Banyak dari pengguna facebook tidak mengindahkan aturan agama sehingga menjadikan Facebook sebagai wadah maksiat , berupa ghibah, fitnah, musik,  gosip, pacaran, dan sebagainya.
c.       Gambar foto                                                                                                                                                                             Di antara wabah Facebook yang sangat perlu di perhatikan adalah budaya menampilkan foto-foto pribadi yang jelas akan dilihat banyak orang, bahkan terkadang yang ditampilkan adalah foto-foto seronok yang mengumbar nafsu. Oleh karenanya, bagi pengguna Facebook hendaknya mengganti foto-foto tersebut dengan foto-foto lain yang tidak bermasalah seperti pemandangan alam, lambang fc Barcelona dan sejenisnya.


Facebook, Halal atau haram?

Booming-nya Facebook menuai kontroversi di kalangan para tokoh agama. Sehingga dahulu pernah diberitakan bahwa pondok pesantren se-Jawa Timur dan Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri mengharamkan pemanfaatan facebook  secara berlebihan seperti mencari jodoh maupun pacaran. Hal ini juga sesuai dengan hasil pembahasan dalam bahtsul matsail di Pondok Pesantren Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Kediri, Jatim. Namun, fatwa ini akhirnya menuai protes dari para tokoh moderat, bahkan ada sebagian kalangan yang menilai bahwa fatwa tersebut “kolot” dan “ketinggalan zaman”
Sebenarnya tidak ada kontradiksi bila kita mau memadukan kedua pendapat tersebut. Sebab, kami merasa kita semua sepakat bahwa facebook hanyalah sekadar sebuah alat saja, bukan haram secara zatnya, namun semua itu tergantung pada penggunaannya. Maka substansi fatwa para tokoh yang melarangnya seharusnya kita ambil faedah-nya yaitu agar penggunaan facebook bukan untuk kemaksiatan melainkan harus diserahkan kepada yang positif.

Syaikh Muhammad asy-Syinqithi rm berkata, “Pembagian yang benar mengenai sikap dalam menghadapi penemuan modern Barat terbagi menjadi menjadi empat macam:
a.       Meninggalakan penemuan modern baik yang bermanfaat maupun berbahaya.
b.      Menerima penemuan modern baik yang bermanfaat maupun berbahaya.
c.       Menerima yang berbahaya dan meninggalkan yang bermanfaat.
d.      Mengambil yang bermanfaat dan meninggalkan yang berbahaya.
Dengan pembagian  penemuan modern menjadi empat ini, ternyata kita dapati bahwa pertama, kedua, dan ketiga adalah batil tanpa diragukan lagi, berarti yang benar hanya stu yaitu keempat.” (Adhwa’ul Bayan ; 4/382)
Tentu saja, Facebook adalah termasuk masalah kontemporer yang tidak ada dalilnya secara khusus. Namun, bila kita telaah kaidah-kaidah fiqhiyyah yang telah mapan, dapat kita temukan beberapa argumentasi yang menunjukkan hukum asal penggunaan facebook adalah boleh, setidaknya ada dua kaidah fiqih yang bisa kita terapkan untuknya:

1. Asal segala urusan dunia hukumnya boleh

Kaidah ini merupakan kaidah yang agung sekali, yaitu bahwa asal semua urusan dunia adalah boleh sampai ada dalil yang melarangnya dan asal semua ibadah adalah terlarang sampai ada dalil yang mensyari’atkannya.
Banyak sekali dalil al-Qur’an dan hadits yang menunjukkan kaidah berharga ini, bahkan sebagian ulama menukil ijma’ (kesepakatan) tentang kaidah ini. (jami’ul Ulum wal hikam: 2/166 oleh Imam Ibnu Rojab)              Cukuplah dalil yang sangat jelas tentang ini adalah sabda Nabi Muhammad saw:
“Apabila itu urusan dunia kalian maka itu terserah kalian, dan apabila urusan agama maka kepada saya.”(HR. Ibnu Hibban: 1/201 dan sanadnya shohih sesuai dengan syarat Muslim)
Bila ada yang mengatakan, “Bagaimana apabila alat dunia tersebut ditemukan oleh orang nonmuslim?” Jawbnya: Sekalipun begitu, bukankah Rosululloh saw dahulu menerima strategi membuat parit sebagaimana usulan Salman al-Farisi ketika perang Khondaq?! Jadi nabi saw  menerima strategi tersebut walaupun asalnya adalah dari orang-orang kafir dan Nabi tidak mengatakan bahwa strategi ini najis dan kotor karena berasal dari otak  orang kafir. Demikian juga tatkala Nabi saw berhijrah ke Madinah, beliau meminta bantuan seorang penunjuk jalan yang kafir bernama Abdulloh al Uraiqith. Semua itu menunjukkan bolehnya mengambil manfaat dari orang-orang kafir dalam masalah dunia dengan tetap mewaspadai virus agama mereka. Dalam kata hikmah Arab dikatakan:
Ambillah buahnya dan buanglah kayunya ke api.
Maka tidak selayaknya seorang hamba menolak nikmat Alloh tanpa alasan syar’i dan tidak halal baginya untuk mengharamkan sesuatu tanpa dalil.

2. Sarana tergantung kepada tujuannya

Ini juga merupakan kaidah yang sangat penting dan berharga sekali. Tidak ragu lagi bahwa dakwah, silaturrahmi, menimba ilmu, dan lainnya merupakan tujuan yang mulia, maka segala sarana yang menuju kepada tujuan tersebut hukumnya seperti tujuannya. Hal ini sama persis dengan hukum menaiki pesawat terbang untuk berangkat haji, menggunakan bom, tank, dan alat-alat canggih modern untuk jihad dan sebagainya; tidak diragukan tentang bolehnya karena alat-alat tersebut merupakan sarana menuju ibadah yang mulia.
Kesimpulannya, bahwa Facebook layaknya alat-alat teknologi lainnya seperti telepon, radio, dan sebagainya, bisa digunakan untuk menimbulkan kerusakan aqidah , pemikiran, akhlak dan sebagainya tetapi ini tidak boleh hukumnya dalam pandangan syari’at  . Dan bisa diguakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Maka seyogyianya bagi kaum muslimin untuk memanfaatkan alat ini untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi dunia dan akhirat agar dakwah Islam semakin menyebar dan berkembang. Wallohu A’lam.


Etika seorang muslim ber-Facebook

Facebook adalah jejaring social. Itu berarti kita hidup dalam kawasan pertemanan dan pergaulan. Maka etika-etika bergaul harus di perhatikan. Ada beberapa etika yang perlu kami sampaikan kepada para pengguna Facebook sebagai nasihat bagi kita semuanya:

1. Jadikan ladang pahala
Hendaknya seorang yang masuk pada situs ini meluruskan niatnya terlebih dahulu, dia benar-benar ingin menjadikan Facebook untuk sesuatu yang bermanfaat sebagai ajng silaturrahmi, berdakwah, menimba ilmu, dan sebagainya.

2. Mengatur waktu
Hendaknya pengguna Facebook memahami akan mahalnya waktu. Janganlah dia terjebak dalam kesia-siaan atau terlena karena chatting sehingga lalai dari sholatnya, kewajiban, dan tugasnya dirumah atau tempat kerja.

3. Waspadailah zina mata dan hati
Dalam Facebook akan di-posting foto-foto pengguna Facebook lainnya yang terkadang mereka adalah foto-foto lawan jenis. Tidak menutup kemungkinan muncul nafsu berahi dengan melihatnya. Maka hendaklah kita takut kepada Alloh dan menyaddari bahwa semua itu adalah ujian keimanan kita kepada-Nya.

4. Jagalah kata-kata
Janganlah kita merasa bebas menulis status atau komentar dan kata-kata di facebook. Pilihlah kata-kata yang baik dan menyenangkan. Jangan menulis kata-kata yang kotor, fitnah, provokasi, gosip, musik, ghibah (gunjingan), dan sebagainya. Seorang muslim harus menjaga anggota tubuhnya dari hal-hal yang menodai keimanannya.